Friday, March 23, 2007

hMmM,,,,yUmMmYYy,,ChOcOLaTe

MITOS yang sudah umum menyebutkan, cokelat adalah 'junk food' yang harus dijauhi karena bila berlebihan dapat menyebabkan sakit gigi, alergi, bahkan hiperaktivitas pada anak. Pada orang dewasa, bisa muncul jerawat, migrain, kegemukan, dan kolesterol tinggi.

Penemuan mutakhir menunjukkan, cokelat ternyata memiliki zat bio-aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan, secara psikologis konsumsi cokelat dapat menimbulkan rasa nyaman.

Cokelat berasal dari pohon cokelat (Theobroma cacao), yang berarti "food of the Gods", sehingga masyarakat primitif menggunakan biji cokelat untuk upacara keagamaan dan komoditi berharga. Suku Olmec Indian dari Meksiko timur mengonsumsinya sejak abad ke-1 dan 2. Suku Maya dan Aztek mengonsumsi cokelat sebagai minuman.

Abad ke-16, penjajah Spanyol mengenalkan cokelat ke Eropa. Tahun 1828, ahli kimia Belanda Conrad van Houten, berhasil memisahkan bagian yang berminyak dan menggiling sisa biji menjadi bubuk cokelat. Temuan ini diikuti Joseph Fry dari Inggris yang menemukan cokelat dapat dikunyah langsung dan ahli cokelat dari Swiss Daniel Peter yang mencampur cokelat dengan susu.

Cokelat banyak digunakan untuk meningkatkan berat badan terutama pada pasien kurang gizi, merangsang sistem saraf dari kondisi apatis, serta meningkatkan fungsi ginjal dan pencernaan.

mAnFaAt tEh

Antioksidan merupakan zat yang anti terhadap zat lain yang bekerja sebagai oksidan. Zat lain itu populer disebut radikal bebas, yaitu suatu molekul oksigen dengan atom yang pada orbit terluarnya memiliki elektron yang tidak berpasangan. Karena kehilangan pasangannya itu, molekul lalu menjadi tidak stabil, liar, dan radikal.


Bagaimana bisa muncul radikal bebas ini? Radikal bebas muncul sebagai konsekuensi dari adanya kehidupan itu sendiri. Setiap makhluk hidup perlu energi untuk bertahan hidup. Makhluk hidup, termasuk manusia, akan selalu memproduksi radikal bebas sebagai produk samping dari proses pembentukan energi.